Sang Perusak Berlagak Pahlawan

Sutan Irawansyah, S.Ag

Saya jadi teringat dengan satu buku yang dikarang langsung oleh KH Shiddiq Amien bertajuk Jiwa tanpa topeng kepalsuan: Meretas jalan menjadi diri sendiri, narasi-narasi yang disampaikan beliau menjadi sangat relevan dengan kenyataan saat dibaca ulang.

Buku tersebut menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam beragama serta menghindari dari debu hipokrit yang menyergap jiwa manusia. Menghindari ragam bentuk topeng kepalsuan yang menipu ribuan mata, singkatnya menghindari bentuk kemunafikan yang menjijikan. 

Banyak sekali manusia yang sangat rentan terkena topeng kemunafikan, dan itu tidak jauh dari sekeliling kita sampai rasanya tidak ada tempat aman dari orang-orang yang dusta. Sesekali kita kadang bertanya, dimanakah orang jujur itu? Dan siapa lagi orang yang bisa kita percaya?

Seperti yang kita saksikan hari ini, apakah kita masih percaya dengan Rocky yang sudah di Istana? Sederhananya apakah Rocky masih sama? Dulu kita mengaguminya karena logika dan kelantangannya dalam mengkritik rezim, tapi kini posisinya yang sudah dilantik nyaris memupuskan kepercayaan tentang keberpihakan pada rakyat. Entahlah.

Terlepas dari siapapun Rocky, hari ini kita harus tetap waspada jangan sampai jadi bagian jebakan dengan mengagumi siapapun secara berlebihan, karena kedepan kita tidak tahu apakah akan masih dibarisan yang sama atau tergoda oleh giuran kekuasaan? Benar-benar tidak ada yang bisa menjamin.

Tapi inilah tragedi yang terjadi, berbicara bak pahlawan seperti yang ingin menyelamatkan tapi malah menghancurkan. Tidak hanya dia, coba anda lihat kebarakan di Kalimantan, benarkah tragedi alami yang terjadi diakibatkan lingkungan atau tragedi yang disetting demi kepentingan? Lalu hadir ditengah kebakaran bak seorang pahlawan bahwa kebakaran akan segera dipadamkan dan diberi bantuan untuk korban terdampak.

Siapa yang merusak siapa yang berlagak pahlawan? Percis seperti yang disebutkan oleh Allah swt;

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ  ١١ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ  ١٢

Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi“. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan“. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar (QS. Al-Baqarah [2] : 11-12).

Wallahu 'alam

Komentar