Saat Abu Vulkanik Memilih Jalanya Sendiri

Sutan Irawansyah. S.Ag

Salah satu sifat Allah swt yang transeden dan fundamen adalah Al Maalik. Dimana Al Maalik ini adalah sifat yang memiliki kendali penuh atas kontrol dan mekanisme seluruh alam semesta bekerja, sehingga penguasaan semesta tidak bisa menentang kuasa Al Maalik karena penguasaan-Nya membuat semesta tunduk patuh pada-Nya meski suatu saat alam menunjukan fenomena yang tidak lazim dicerna nalar dan pengetahuan yang berkembang.

Itu bukan keanehan, tapi bukti kekuasaan. Karena keterbatasan kita terhadap fenomena diluar nalar merupakan bukti Allah kuasa atas segalannya, buktinya tidak semua fenomena mampu dijawab dengan fakta ilmiah, tapi jangan juga memaksakan diri hanya karena segala sesuatu harus terbukti logis, melainkan harus disadari bahwa nilai scientific mesti berdampingan dengan nilai keagamaan. Dari sini keseimbangan akan terlihat sempurna.

Dan bukan berarti yang sudah terbukti secara ilmiah dan scientific menunjukan kecermatan manusia dalam melihat fenomena, apalagi merendahkan Allah swt dengan mengklaim manusialah kuasa atas segalanya bermodalkan ilmu pengetahuan. Justru tidak boleh mengatasnamakan ilmu pengetahuan untuk bersombong pada Tuhan, seharusnya atas nama ilmu pengetahuanlah kekuasaan Tuhan terbukti secara ilmiah dan kuasa atas segalanya kita tunduk pada-Nya.

Inilah yang harus ditekankan saat melihat letusan abu vulkanik gunung Anak Krakatau. Menurut data yang disampaikan BMKG melalui pemantauan citra satelit menunjukan data angin permukaan seharusnya mengarah pada wilayah Jawa atau Sumatera, tetapi Abu Vulkanik memlilih jalannya sendiri dengan mengarah ke Samudra Hindia.

Secara sains, ini biasanya terjadi karena ada perbedaan arah angin di lapisan atmosfer atas (troposfer) dibandingkan angin di permukaan bawah, ditambah dinamika lokal di sekitar selat. Sederhananya siapa yang mengendalikan angin?

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ يُّرْسِلَ الرِّيٰحَ مُبَشِّرٰتٍ وَّلِيُذِيْقَكُمْ مِّنْ رَّحْمَتِهٖ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِاَمْرِهٖ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Allah mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira agar kamu merasakan sebagian rahmat-Nya, kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya, kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur. (Ar Rum [30] : 46)

اَللّٰهُ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ

Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan. (Ar Rum [30] : 48)

Wallahu 'alam bi shawwab

Komentar