Penjajahan

 


Sutan Irawansyah

Saat mendengar kata penjajahan mungkin yang terbayang tentang belanda yang menduduki 350 tahun lebih bumi nusantara, jika iyaa kamu terbayang nya peristiwa itu artinya sisa sisa penjajahan mu masih ada dalam dirimu, belum terbebas dari jeratan ngeri masa lalu yang penuh jeritan dan sayatan luka, bayangkan betapa tidak membekas Belanda menjajah dalam 350 tahun lebih, mereka mengatur segala sektor sistem sesuai hasrat keinginan nafsunya, orang orang pribumi di atur di ukur sekemauan nafsu penguasa, romusha hingga tanam kerja paksa digunakan untuk kekayaan pribadi dan semuanya ingin ekspektasi mereka terwujud meski dengan menghalalkan segala cara. Dari ingin kaya sampai ingin jadi penguasa. Hmmmm

Sisa sisa 350 itu ternyata sangat membekas dalam diri kamu, faktanya kalo kamu sadari ternyata jiwa-jiwa penjajah tertanam juga dalam dirimu. Coba perhatikan. Kamu selalu di buat kecewa oleh pasanganmu sendiri? Kamu selalu di buat hancur oleh sikap dan tindakan perilaku orang terhadap dirimu? Yang padahal sikap itu tidak kamu inginkan? Kamu pun selalu di buat hancur karena respon dan reaksi seseorang terhadap dirimu bukan? Sekarang pertanyaannya mengapa kamu selalu terus dibuat kecewa seperti itu? Pada akhirnya kamu tidak berhak dan jangan menyalahkan orang atas kekecewaan yang kamu rasakan, tapi salahkan dirimu karena sudah berekspektasi banyak terhadap mereka. Artinya kamu selalu berekspektasi tinggi dimana semua orang ingin sesuai dengan kehendak yang kamu bentuk, seolah olah kamu seperti mengatur orang harusnya begini dan begitu. Coba kamu renungkan bukankah ini sebuah penjajahan terstruktur? 

Bukankah orang berhak bahagia, tapi mengapa setiap orang ingin menjadi dalang bagi setiap wayang? Emosi dan karakternya ingin diatur sesuai bangunan ekspektasi nya dengan dalih ingin juga bahagia dst, padahal orang diluar kamu pun mereka berhak bahagia dengan caranya sendiri. Ujung-ujungnya kamu tidak bisa mengatur sikap dan sifat mereka sesuai keinginan kamu, jika begitu artinya kamu egois dan kamu penjajah. Karena kamu tidak bisa mengatur mereka terhadap dirimu, tapi dirimu dapat mengatur sendiri bagaimana bersikap terhadap mereka. 

Maka yang harus kamu rubah supaya tidak bersulam kekecewaan adalah mengatur sebuah ekspektasi dan harapan yang kamu buat bukan malah mengatur orang supaya sesuai dengan maunya kamu. Ingat dunia bukan milikmu seorang yang memiliki hak veto untuk mengatur keinginan orang. Dari sini kamu dapat renungkan yang membuat kecewa bukanlah orang lain terhadapmu, bukan pasanganmu, bukan keluargamu, bukan teman teman terdekat mu, melainkan menaruh banyak ekspektasi dirimu terhadap orang lain, maka selain kamu menjadi penjajah kamu pun menjadi seorang yang telah bunuh diri, karena menaruh ekspektasi tinggi merupakan seni untuk membunuh dirimu sendiri.

Komentar