Resensi buku Percik Pemikiran A. Hassan


Albani Nurhakim

Judul Buku : Percik Pemikirin A Hassan Goeroe Persatoean Islam

Penulis : Nino Yudiar, M.pd.I

Penerbit : Insan Rabani

Tahun : 2020

Ketebalan Buku : 230 Hal

ISBN : 978-7386-39-1

Harga : 50.000 

Sinopsis

Buku yang menjadi buah tangan Nino Yudiar ini memuat percikan percikan pemikiran A hassan. Dimana ia menyusun dalam bukunya sangat sistematik dan berusaha menyajikan sesuatu yang baru, yang mungkin belum ditemukan pada buku-buku terdahulu. Beliau menulis buku ini bukan maksud untuk skripsi, tesis atau disertasi tetapi karena kegaguman dan hasil telaahnya terhadap karya-karya A.Hassan. 

Dalam buku ini memuat 13 bab, dimualai dengan kronologi hayat dan jihad A hassan dan ditutup dengan dua Hasan Bin Ahmad: Dua kebaikan bagi umat. Ada beberapa bab yang  memuat tentang pemikiran A hassan diantaranya pemikiran A Hassan tentang teologi-kalam, pendidikan, tasauf, perempuan, seni, dan kristologi.

Terkait dengan percikan percikan pemikian tersebut, penulis buku ini berusaha memeriksa betul-betul bahwa pemikiran atau pendapat tersebut  memang bersumber dari A hassan langsung, misalnya dalam buku soal-jawab  banyak singkatan-singkatan nama yang berbeda  maka yang dipilihnya adalah A.H sebagai singakatan dari A.Hassan.


Kelebihan buku ini :

Banyak sekali kelebihan buku ini, berbeda dengan buku terdahulu  yang menerangkan tentang A hassan, buku ini menggunakan ejaannya yang sudah disempurnakan sehingga menambah khidmat dalam membaca. Kemudian buku ini disusun dengan sistematis dan diterangkan secara padat beberapa percik pemikiran A hassan yang menarik.

Kekurangan buku ini :

Tidak terdapat banyak gambar dalam buku ini, berbeda dengan buku Syafiq Mughni tentang A Hassan yang memuat banyak gambar.


Pada kesempatan ini saya sebagai resensator dan presentator akan mengulas secara ringkas beberapa bab dalam buku ini yang menurut saya penting dan relevan untuk dibahas pada diskusi kali ini. 


Permikiran A hassan tentang teologi-kalam

Pemikirin A hassan terkait ilmu kalam atau ketuhanan bisa dilihat dalam kitab at-Tauhidnya. Secara garis besar pemikiran beliau terhadap ilmu kalam. Pertama, beliau mendudukan Akal di bawah wahyu karena kekuasaan akal tidak bisa melampaui wahyu atau agama.

Kedua, tentang dimanakah tempat Allah, beliau berpendapat bahwa Allah itu berada pada tempat yang istimewa, tempat yang layak dengan ketuhanan-Nya dan tidak dapat kita tentukan dimana ada-Nya.

Ketiga, tentang Alquran itu makluk atau bukan, terkait hal ini beliau tidak mau saling menyalahkan atau memperdebatkan, namun dapat di garis bawahi bahwa A. Hassan berpendapat Alquran itu kalam Allah bukan makhluk.


Pemikiran A Hassan tentang pendidikan

Mungkin secara teori tidak ada buku A Hassan yang membabar secara rini tentang pendidikan namun secara praktek tentu dapat dirasakan bagaimana kedekatan A hassan dengan murid-muridnya sampai lahir sesosok alim ulama KH.E Abdurahaman, Sang singa podium Isa Ansori dan sang maestro dakwah M Natsir. Serta berdirinya pesantren pajagalan dan pesantren bangil tak lepas dari buah pemikirannya.

Namun pemikiran beliau terkait pendidikan pun dapat dilihat dalam buku kesopanan tinggi, hai tjoetjoeku, hai poetraku dan hai poetriku.


Pemikiran A hassan tentang tashauf

Sama seperti sebelumnya pemikiran A Hassan dalam hal ini tidak ada buku khusus yang menerangkan tentang tasauf, namun beberapa serapan dari ajaran tashauf dalam dilihat dalam buku soal jawab, misalnya  tentang tareqat, ma’rifat, cara taubat dan lain sebagainya.


Pemikiran A. Hassan tentang seni

A Hassan sebagai pedakwah Quran Sunnah dan memberantas bid’ah, beliau cenderung open minded atau terbuka terkait masalah seni. Bahkan dalam buku ini ditukil pendapatnya Ajip Rosidi ketika menceritakan biografi M. Natsir. Ternyata A hassan itu sama terampilnya memainkan biola dengan M Natsir. Begitu pun dengan seni tari, dan seni rupa maka menurut A hassan hal ini adalah boleh karena masuk kepada ranah mubah


Beberapa Pandangan Terkait A. Hassan

Al-Ustadz Ahmad Hassan, seorang Ulama yang telah nyata sangat berhati-hati dalam melakukan penyelidikan, ( T.M. Hasbi Ash-Siddieqy)

 2. Beliau Ulama besar, gudang ilmu pengetahuan, dan sumber kekuatan batin dalam menegakan pendirian dan keimanan. (M. Natsir)

3. A.Hassan : Kuat hatinya, kuat hujahnya dan pahit kritiknya ( Buya Hamka)

4. A.Hassan: singa dalam tulisan, tapi domba dalam pergaulan.” (Tamar Djaja) 

Wallahu 'alam bi shawwab

(Program bedah dan diskusi buku pj pemuda persis Dayeuhkolot pada hari kamis 1 Juli 2021) 

Komentar